Sabtu, 27 Februari 2016

Iri hati

Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya

sombongHati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:
Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)
Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.
“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]
Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.
Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.
Sombong
Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.
Allah melarang kita untuk menjadi sombong:
“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]
“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]
Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:
“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min 76]
Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.
Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.
Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]
Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?
‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)
Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.
Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.
Iri dan Dengki
Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]
Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.
Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)
Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:
“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]
Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.
Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud
Terimakasih https://cahayawahyu.wordpress.com/religion/penyakit-hati-sombong-iri-dan-dengki-dan-cara-mengobatinya/

Rabu, 03 Februari 2016

Beriman kepada Rossull ALLAH



1. Beriman kepada rasul-rasul

Iman Kepada Rasul menurut Bahasa Arab merupakan Percaya. Secara istilah atau luasnya, iman kepada rasul berarti meyakini dengan sepenuh hati  bahwa Rasul itu benar-benar utusan Allah yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.
 Beriman kepada rasul adalah salah satu rukun iman dalam agama Islam, dimana tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada para rasul tersebut.  Pengertian beriman kepada rasul-rasul adalah: meyakini secara pasti bahwa Allah SWT Mempunyai rasul-rasul, mereka sengaja dipilih Allah untuk menyampaikan risalahNya. Barangsiapa mengikuti mereka maka mendapat petunjuk dan barangsiapa yang mengingkarinya akan tersesat. Dan mereka para rasul telah menyampaikan semua yang telah diturunkan Allah kepada mereka secara jelas. Mereka telah menunaikan semua amanah, membimbing umat dan berjuang di jalan Allah dengan sebenar-benarnya, menegakkan hujjah, tidak ada sedikitpun isi risalah yang diganti atau diubah atau disembunyikan mereka. Kita wajib beriman kepada semua rasul baik yang disebutkan namanya atau yang tidak disebutkan, dan setiap rasul yang datang pasti membawa berita tentang kedatangan rasul setelahnya dan rasul yang dating sesudahnya membenarkan rasul-rasul sebelumnya.

a
. Hikmah diutusnya para rasul: 

Diantara hikmah diutusnya rasul: 

-          Mengeluarkan manusia dari menyembah sesama manusia kepada menyembah tuhan manusia.
Dan membebaskan manusia dari belenggu penghambaan diri kepada sesamamanusia menuju kemerdekaan penghambaan diri kepada Allah. 
Firman Allah “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS.Al-Anbiya:107).

-         Memperkenalkan kepada manusia tentang hakikat dan tujuan Allah 
Menciptakan makhluk, yaitu untuk beribadah hanya kepadan-Nya, dan mengesakan-Nya, yang mana hal itu tidak bisa di ketahui kecuali melalui para rasul yang dipilih oleh Allah di antara makhluk-Nya, dan Allah istimewakan mereka dari semua makhluk. Allah berfirman:
-         Untuk menegakkan hujjah atas manusia dengan mengutus para rasul, supaya tidak ada alasan bagi mereka untuk membantah Allah: 
·         Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang aripadanya, dan Karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.   (QS.An-nisa’:165). 
-          Menjelaskan kepada manusia tentag beberapa perkara ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh akal, seperti nama-nama dan sifat-sifaf Allah, mengenal para malaikat, berita tetang hari kiamat dan lainnya. 
-          Sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia, karena Allah telah membekali mereka dengan akhlak yang mulia, serta menjaga mereka dari terjerumus kepada syahwat dan syubhat.
-         Memperbaiki, membersihkan dan mensucikan jiwa-jiwa manusia, dan memperingatkannya dari hal-hal yang akan merusaknya. 

b. Tugas para rasul
Rasul-rasul yang diutus oleh Allah subhanahu wata’ala mempunyai tugas-          tugas yang sangat mulia, diantaranya

  • Menyampaikan syari’ah (ajaran agama) dan mengajak manusia untuk beribadah
  • Menjelaskan semua permasalahan agama yang di turunkan Allah. 
  • Membimbing manusia kepada kebaikan dan memperingatkan mereka dari kejahatan, serta membawa kabar gembira tentang adanya pahala dan mengingatkan mereka akan adanya siksa
  • Memperbaiki kondisi umat manusia, dengan memberikan tauladan yang baik, baik dalam perkataan maupun perbuatan. 
  • Menegakkan syari’at Allah serta mempraktekannya di tengah-tengah ummat manusia. 
  • Memperbaiki kesaksian atas umat mereka pada hari kiamat bahwa mereka telah menyampaikan semua misi yang mereka embank secara jelas. 


2. Pengertian Rossull Allah
            Pengertian iman kepada rasul Allah adalah mempercayai bahwa rasul Allah adalah orang yang diutus dan ditugaskan oleh Allah swt untuk menerima wahyu dan kemudian menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya agar dapat dijadikan sebagai pedoman hidup.
Secara istilah, Rasul adalah seorang laki-laki pilihan Allah swt yang menerima wahyu dan menyampaikannya kepada umatnya. Sedangkan nabi adalah seorang laki-laki pilihan Allah swt yang juga menerima wahyu, tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya. Dengan demikian Nabi dan Rasul itu berbeda sedikit. Jumlah Nabi dan Rasul yang wajib kita imani ada 25.
Nabi dan Rasul yang termasuk kedalam Ulul Azmi antara lain Nuh a.s, Ibrahim a.s, Musa a.s, Isa a.s dan Muhammad saw


3. Tanda orang beriman kepada rasul-rasul Allah adalah sebagai berikut:
1. Teguh Keimanannya Kepada Allah SWT
Ketaatan kepada rasul adalah bukti keimanan kepada Allah swt. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh kita untuk taat kepada Allah swt, disertai ketaatan pada para rasul-NYA, antara lain dalam surah An Nisa: 59, Ali Imran: 32, Muhammad: 33.
2. Meyakini Kebenaran Yang Dibawa Para Rasul
Kebenaran yang dibawa rasul tidak lain adalah wahyu Allah baik yang berupa Al-Qur’an maupun hadis-hadisnya. Seseorang akan bisa meyakini kebenaran wahyu Allah, jika terlebih dahulu ia beriman kepada rasul Allah sebagai pembawa wahyu. Mustahil ada orang langsung bisa menerima suatu kebenaran yang dibawa oleh orang lain, apabila ia tidak yakin pada si pembawa.
Allah menjelaskan dalam surah Al-Baqarah: 285 yang artinya sebagai berikut :
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman jepada Allah, malikat-malaikat-NYA, kitab-kitab-NYA, dan rasul-rasul-NYA.” (QS Al-Baqarah:285).
3. Tidak Membeda-Bedakan Antara Rasul Yang Satu Dengan Yang Lain
Seorang mukmin dituntut untuk meyakini kepada semua rasul yang pernah diutus oleh Allah swt, seperti yang telah digambarkan Allah swt dalam surah Al-Baqarah: 285
“…kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun(dengan yang lain) dari rasul-rasul-NYA.”Dan mereka mengatakan:”kami dengar dan kami taat.”(Mereka berdo’a):”Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulahtempat kami kembali.”(QS.Al-aqarah:285).
4. Menjadikan Para Rasul Sebagai Uswatun Hasanah
Sebelum menerima wahyu dari Allah swt rasul adalah orang-orang yang terpandang di lingkungan umatnya, sehingga selalu menjadi acuan perilaku bagi orang-orang di lingkungannya. Setelah menerima wahyu, keteladanan mereka tidak diragukan lagi, karena mereka selalu mendapat bimbingan dari Allah swt.
Dalam surah Al-Ahzab: 21 Allah swt menegaskan “sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri yauladan yang baik bagi kamu.”(QS. Al-Ahzab:21)
5. Meyakini Rasul-Rasul Allah SWT Sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta
Setiap rasul yang diutus Allah swt. Pasti membawa rahmat bagi umatnya. Artinya kedatangan rasul dengan membawa wahyu Allah adalah bukti kasih sayang (rahmat) Allah terhadap manusia.
Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa : ”Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.”(QS.Al-Anbiya:107)
6. Meyakini Nabi Muhammad saw SeBagai Nabi dan Rasul Terakhir
Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah swt ke muka bumi ini, didasarkan kepada dalil-dalil naqli sbg berikut :
a. QS. Al-Ahzab: 40 yang artinya: ”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah mengetahui terhadap segala sesuatu.(QS. Al-Ahzab:40).
Dalam ayat ini Allah menyatakan secara jelas bahwa Muhammad adalah khatamannabiyin (penutup para nabi).
7. Mencintai Nabi Muhammad saw.
Renungkan firman Allah swt dalam QS. At-Taubah:24 yang artinya sbg berikut :
“Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri dan kaum keluarga kalian ; juga harta kekayaan yang kalian khawatirkan keruginnya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebihg kalian cintai daripada Allah dan rasulNYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-NYA.”Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasiq.”(QS.At-Taubah:24)

Senin, 25 Januari 2016

Gayatri Wailissa,


SELAMAT JALAN: Gaya Gayatri Wailissa ketika pengambilan gambar untuk edisi khusus Sumpah Pemuda Jawa Pos tahun lalu. Foto: Beky Subechi/Jawa Pos

MALUKU kehilangan salah seorang putri terbaiknya. Gayatri Wailissa, gadis asal Ambon yang menguasai 13 bahasa itu, meninggal dunia di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta, Kamis (23/10). Remaja 19 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir setelah mengalami koma akibat pendarahan pada otak.
-------------------
ZALZILATUL HIKMIA-BAYU PUTRA, Jakarta
-------------------
SUASANA berkabung terasa di ruangan 2 x 7 meter RSPAD Gatot Subroto Jakarta kemarin petang (24/10). Orang-orang tertunduk lesu, tenggelam dalam duka yang mendalam. Beberapa di antara mereka berlinang air mata.
Tapi, kesedihan tidak tampak lagi di wajah Deddy Darwis Wailissa, ayah Gayatri Wailissa. Dengan tegar pria 57 tahun itu menyanding peti jenazah putrinya. Sambil sesekali memandangi wajah sang buah hati, dia lalu membuka buku Yasin yang dipegangnya.
Tak jauh dari situ, ibunda almarhumah, Nurul Idawati, juga tak kalah tegar. Perempuan bertubuh mungil itu bahkan dengan tenang bersedia melayani pertanyaan-pertanyaan wartawan. ”Air mata saya seolah sudah kering. Saya tidak boleh menangis. Nanti jalan anak saya akan susah,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Gayatri meninggal dunia pada Kamis (23/10) pukul 19.00 di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta. Dia mengembuskan napas terakhir setelah sejak Senin (20/10) mendapat perawatan intensif akibat pendarahan di otak. Sebelumnya dia tak sadarkan diri saat melakukan olahraga joging di kawasan Senopati, Jakarta.
Sejak Juli lalu gadis genius itu hijrah ke Jakarta untuk meraih cita-citanya menjadi bagian dari Badan Intelijen Negara (BIN). Karena itu, dia harus menjalani pendidikan khusus di Jakarta. Namun, takdir berkata lain. Sebelum meraih apa yang diinginkan, dia keburu meninggal dunia.
Jenazah Gayatri tadi malam disemayamkan di RSPAD Gatot Subroto sebelum dibawa pulang ke tanah kelahirannya di Ambon. Pemindahan jenazah dari RS Abdi Waluyo ke RSPAD itu dilakukan atas perintah pimpinan TNI-AD.
Maklum, gadis poliglot (istilah untuk orang yang menguasai banyak bahasa asing) tersebut sudah lama menjadi ”anak asuh” TNI-AD, khususnya di lingkungan Kodam XVI/Pattimura, Maluku. Saat masih di Ambon, sehari-hari Gayatri mendapat kawalan personel TNI-AD. Meski masih belia, dia sering diminta memberi ”pelajaran” dan motivasi di lingkungan kodam.
Perlu diketahui, dalam usia yang baru genap 19 tahun, Gayatri sudah mampu menguasai 13 bahasa asing. Yakni bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Prancis, Jepang, Hindi Nipali, Thailand, Rusia, dan Korea. Selain mahir berbahasa asing, Gayatri menguasai masalah-masalah lingkungan, perdamaian, dan remaja.
sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/10/25/265800/Gayatri-Wailissa,-Hijrah-ke-Jakarta-untuk-Memburu-Cita-Cita-

Kisah Sukses Anak Penjual Buah Lulus UGM

Keluarga Aminin hidup pas-pasan. Hidup di rumah kontrakan seluas 4 kali 5 meter. Namun mereka tak patah arang untuk menyekolahkan anak-anaknya
Dream - Kesulitan ekonomi keluarga tak membuat Aminin putus asa menuntut ilmu. Meski kehidupan keluarga pas-pasan, gadis 23 tahun asal Kampung Samirono, Yogyakarta, itu bisa bersekolah hingga bangku kuliah.
Pertengahan tahun lalu, putri pasangan Nur Setyono dan Khalimatul Muslimah, ini lulus dengan gelar sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,06. Dia mampu menyelesaikan pendidikan itu selama empat tahun, sejak 2010.
Selama pendidikan, Aminin tak dipungut biaya alias gratis, karena menerima beasiswa Bidik Misi. “Saya lebih memilih lulus dengan IPK pas-pasan dari pada harus membayar biaya kuliah sendiri,” tutur Aminin sebagaimana dikutip Dream dari laman resmi UGM, Minggu 1 Januari 2015.
Tak mudah bagi Aminin untuk masuk UGM. Mulanya, dia mendaftarkan lewat jalur PBUTM (Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu) dan UM (Ujian Mandiri), hingga akhirnya ia berhasil masuk di Jurusan Biologi melalui jalur Ujian Tulis. Beruntung, Aminin mendapatkan beasiswa Bidik Misi.
Selama kuliah, Aminin aktif di UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) sejak awal semester, bahkan sempat memegang jabatan Ketua Urusan Empat selama selama tahun. Wanita yang diwisuda pada 19 Agustus 2014 ini bahkan pernah mengikuti Pimnas dengan penelitiannya mengenai teknik memperbanyak tanaman anggrek.
Anak Pedagang Buah
Aminin berasal dari keluarga sederhana. Sang ayah, Nur Setyono, merupakan seorang pedagang buah lokal yang sehari-hari membuka lapak di sebelah timur Wisma MM UGM. Dengan bermodal tenda dari bahan bagor (anyaman dari daun rumbia), Nur Setyono berdagang dari pagi hingga menjelang malam.
Kisah Sukses Anak Penjual Buah Lulus UGM
Di saat pedagang buah lainnya menjajakan buah-buahan impor, Setyono sejak dulu konsisten lebih memilih buah-buahan lokal. “Selain lebih tahan lama, buah lokal lebih banyak untungnya,” tutur Nur Setiyono.
Sebagai penjual buah, penghasilan Setyono tak menentu. Jika dihitung, mungkin hanya cukup untuk makan sehari-hari bersama keempat anaknya. Meski demikian, keluarga Setyono tak patah arang untuk terus menyekolahkan keempat anaknya sampai jenjang paling tinggi. “Modal saya hanya berdoa, jika Tuhan menghendaki pasti ada jalan,” ujar dia.
Adik pertama Aminin saat ini telah memasuki semester 6 di Jurusan Fisika Uiversitas Negeri Yogyakarta (UNY). Adik ke dua dan ke tiganya masih duduk di Kelas 1 SMP dan 2 SD. Tak seberuntung kakaknya, Setiyono harus membiayai sendiri biaya kuliah anak keduanya. “Uangnya dari hasil tabungan kami dan tabungan beasiswa Bidik Misi Aminin,” kata Setyono.
Menurut Setyono, keluarganya merupakan penduduk rantau dari Nganjuk, Jawa Timur. Dengan mengharap kehidupan yang lebih baik, mereka pun nekat merantau ke Yogyakarta saat Aminin masih duduk di bangku SD.
Sejak merantau, mereka mengontrak gubuk kecil berukuran 4x5 meter di Padukuhan Samirono dengan biaya Rp 2,5 juta pertahunnya. Angka yang lumrah untuk sebuah gubuk kecil berdinding anyaman bambu yang sewaktu-waktu bisa ambruk terkena angin. Bahkan, belum sampai tiga bulan ditempati, gubuk kecil itu ambruk karena keadaan tiang penyangganya yang telah lapuk.
“Mau tidak mau, akhirnya kita benahi dengan biaya sendiri,” kata Ibu Aminin, Khalimatul Muslimah. Tidur, belajar, memasak, menonton televisi mereka lakukan di satu ruangan yang sama setiap harinya.
Kini, setelah lulus Sarjana Biologi, Aminin ingin melanjutkan studi S2 di UGM dengan jalur beasiswa. Sambil mendaftar beasiswa S2, Aminin mengisi waktu luangnya dengan menjadi guru les di Lembaga Bimbingan Belajar Quantum.
Dari hasil mengajar ini, Aminin mendapatkan gaji sebesar Rp 45.000 setiap pertemuan. Dia pun mengaku tak ingin pergi jauh dari orangtua. “Saya ingin mencari kerja di Yogya saja,” kata Aminin.
Nur Setiyono dan istrinya sangat bangga melihat anak pertamanya telah berhasil menyelesaikan studi sarjananya. Ia optimis anaknya bisa melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya sesuai dengan apa yang cita-cita.

Terima kasih atas artikel yang memotivasi saya:
http://www.dream.co.id/orbit/kisah-sukses-anak-penjual-buah-lulus-ugm-150130d.html

Fungsi dan tugas HRD

HRD adalah singkatan dari Human Resources Development. Dalam ilmu terapannya, HRD biasa disebut sebagai “Personalia” atau “Kepegawaian”.  HRD dalam manajemen juga biasa disebut dengan “Human Capitol” atau “Human Resources Management”.

Arti lain dari Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Tugas, Tanggung Jawab dan Peran HRD dalam perusahaan antara lain :

1.      HRD bertugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja ( Preparation and Selection )

 
a)      Persiapan ( Preparation )

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal melakukan persiapan, antara lain factor internal dan factor eksternal. Faktor internal dalam persiapan meliputi jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen terkait, dan sebagainya. Sedangkan factor eksternal dalam hal persiapan meliputi hokum ketenagakerjaan, kondisi pangsa tenaga kerja, dan lain sebagainya.
 

b)      Rekruitmen Tenaga Kerja ( Recruitment )

Recruitment adalah sebuah proses untuk mencari calon pegawai atau karyawan yang dapat memenuhi kebutuhan SDM organisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini HRD perlu melakukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan ( job description ) dan juga spesifikasi pekerjaan ( job specification ).

 
c)      Seleksi Tenaga Kerja ( Selection )

Pengertian dari seleksi tenaga kerja adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat. Tahapan yang dilakukan dalam proses seleksi tenaga kerja, yaitu melihat daftar riwayat hidup/ CV, melakukan seleksi awal berdasarkan CV pelamar, pemanggilan pelamar untuk tes interview, menguji calon karyawan dengan test tertulis, proses interview/ wawancara kerja, dan proses selanjutnya.

 
2.      Pengembangan dan Evaluasi Karyawan ( Development and Evaluation )

Agar tenaga kerja atau karyawan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap perusahaan atau organisasi, maka ia harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Proses pengembangan dan evaluasi karyawan dilakukan sebagai sebuah pembekalan agar tenaga kerja dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya, serta meningkatkan kinerja yang ada.

 
3.      Pemberian Kompensasi dan Proteksi pada Pegawai

Kompensasi adalah imbalan atau upah atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Pemberian kompensasi harus tepat dan sesuai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal agar tidak menimbulkan masalah ketenagakerjaan atau kerugian pada organisasi atau perusahaan.

 
Fungsi HRD :

Ø  Internal : HRD yang bekerja sebagai trainer terhadap pegawai di dalam perusahaan.

Ø  Eksternal : Pegawai HRD yang memeilki konseling diluar kategori perusahaan dapat dilihat dari tingkat kemampuan dan kemauan tinggi maka kemampuan akan mengikuti.
 

Seseorang HRD yang dapat dikatakan Baik :

·         I do what you love, love what you do : dimana orang yang berhasil dan dapat dikatakan baik dalam bidang HRDnya apabila ia melakukan pekerjaan atau kegiatan dengan cinta, dan ia mencintai kegiatan atau pekerjaan yang ia lakukan.
 

·         Gratefull : Tidak mudah menyerah , seseorang berhasil dalam pekerjaan karena ia tidak mudah menyerah dan terus berusahadengan semua masalah dan hambatan yang ada.
 

·         Healthy Live : bersyukur akan semua yang didapatkan dan selalu menerima apa yang telah ia lakukakan, karena ada pepatah bilang apa yang kamu tanam maka itu yang akan kamu dapatkan.

 
·         Integritas : orang yang berhasil dalam HRD adalah orang yang dapat berbicara dan dapat menerpakan perkataannya dengan perbuatan, tidak hanya itu ia juga dapat mengontrol pribadinya dengan norma-norma lingkngan yang ada.


·         Social Skill : kemampuan berhubungan dengan orang lain denngan baik dan dapat bergabung dengan berbagai kalangan dan golongan.

 
·         Dream and Think Big : bermimpi dan berpikir besar dimana setiap orang dapat bermimpi dan meluangkan pemikiran yang besar dan berkembang untuk perusahaan dan organisasi yang mereka naungi.

 
·         Confidence : kepercayaan diri mampu meningkatkan hasil yang maksimal.

 
·         On Time : tepat waktu, dengan kamu selalu disiplin untuk tepat waktu secara tidak sadar kamu merhargai dirimu dan orang lain.

 
·         Open Minded : berpikiran terbuka dan selalu mengikuti semua perubahan positif yang ada.

 
·         Respect : menghargai, menghormati dan peka akan suatu perubahan yang ada pada lingkungan sekeliling kita.

 
·         Never Give Up : jangan mudah putus asa.

 
·         Just Perfom : lakukan semaksimal mungkin dan berikan yang terbaik.

 
Tugas terpenting kepala HRD adalah :

Ø  Developing People yaitu pengembangan kemampuan pegawai dalam potensi kerja.

Ø  Dapat menyelesaikan masalah denngan 4 tahapan yaitu :

1)      Obeservasi

2)      Empati

3)      Berdialog

4)      Intropeksi

 
Ø  Meningkatkan kecerdasan, dimana kepala HRD selain dalam mengembangkan potensi pegawai ia wajib meningkatkan kecerdasan pegawai yang ia miliki.

 
Dalam HRD, pengembangannya lenih terpaku dalam mengembangkan intangibles dibandingkan tangibles, mengapa demikian?

·         Karena intangibles adalah aset yang tidak pernah habis dan dpat selalu dikembangkan kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun. Dan dalam intangibles juga dapat dilakukan pengembangan secara keseluruhan dari basic hingga kemampuan yang telah handal.

http://rainbowgroup06hrd.blogspot.co.id/2013/10/pengertian-tugas-dan-fungsi-hrd.html